KONTRIBUSI SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: ANALISIS DATA PANEL REGIONAL SUMATERA SELATAN
Abstract
Sektor pertambangan batubara merupakan kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Sumatera Selatan, namun kontribusi ekonomi tersebut belum tentu sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan daerah. Ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan capaian sosial-lingkungan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sektor ekstraktif dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertambangan batubara terhadap pembangunan berkelanjutan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel 14 kabupaten/kota periode 2015–2025. Variabel dependen adalah Indeks Pembangunan Berkelanjutan (IPB) yang dikonstruksi dari indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan, sedangkan variabel independen utama adalah PDRB subsektor pertambangan batubara. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil estimasi menunjukkan bahwa sektor pertambangan batubara tidak berpengaruh signifikan terhadap IPB (p-value 0,8201) dengan koefisien negatif sebesar -0,185. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya kontribusi ekonomi batubara belum mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan secara signifikan di tingkat daerah. Dengan demikian, diperlukan penguatan tata kelola dan optimalisasi pemanfaatan pendapatan sektor pertambangan untuk mendukung pembangunan jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
References
United Nations Development Programme. (2016). Mapping mining to the sustainable development goals: An atlas. UNDP.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson.
Fauzi, A., & Oxtafianus, T. (2014). Pengukuran pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(1), 68–83.
Rahma, H. (2019). Analisis indikator pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan, 3(2), 45–60.
Ali, S., Papyrakis, A., & Gerlagh, R. (2013). Resource curse and sustainable development: Evidence from 62 countries. Ecological Economics, 85, 116–124.
Bekele, A., Shiferaw, B., & Jaleta, T. (2020). Natural resource rents and sustainable development: Empirical evidence. Resources Policy, 66.
Kurakova, I., & Poromanenko, N. (2021). Mining industry and sustainable development indicators. Sustainability, 13(4).
Listiawati, S. W. (2022). Analisis pembangunan berkelanjutan berbasis sektor pertambangan. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 20(1), 41–49.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2024). Handbook of energy and economic statistics of Indonesia 2024. KESDM.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan. (2026). Laporan produksi batubara Sumatera Selatan 2026.
Badan Pusat Statistik. (2023). Indeks Pembangunan Manusia Indonesia 2022. BPS.
Baltagi, B. H. (2005). Econometric analysis of panel data (3rd ed.). Wiley.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2010). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.
Suardin, M., Bustan, M. N., & Ahmar, A. S. (2020). Pemodelan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan regresi data panel. Variansi, 2(3), 158–172.
Amalia, R. (2018). Dampak sektor pertambangan terhadap pembangunan manusia di Sumatera Selatan. Jurnal Ekonomi Regional, 8(2), 115–129.
Syaputra, A. (2023). Analisis pengaruh pertambangan batubara terhadap kemiskinan di Sumatera Selatan. Jurnal Sosial Ekonomi Daerah, 11(1), 45–58.
Nnenna, C. (2017). Government expenditure and human development: Evidence from developing countries. International Journal of Social Economics, 44(12).
Chen, X., Li, Y., & Zhang, Z. (2023). Natural resource abundance, governance quality and human development. Resources Policy, 82.



