RASIO PENGGUNAAN AIR PERMUKAAN PADA PENAMBANGAN TIMAH ALLUVIAL
Abstract
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah alluvial terbesar di dunia, di mana kegiatan penambangan dilakukan terutama dengan metode hidraulik yang sangat bergantung pada penggunaan air permukaan. Tingginya intensitas pemanfaatan air permukaan dalam penambangan timah alluvial berpotensi menimbulkan permasalahan tata kelola penggunaan sumber daya air apabila tidak disertai dengan perhitungan penggunaan air yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan besarnya debit air permukaan yang digunakan serta rasio penggunaan air terhadap hasil produksi timah alluvial. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengamatan langsung di lapangan, pengukuran debit air pada fasilitas penambangan dan pengolahan timah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan air permukaan pada kegiatan penambangan dan pengolahan mencapai 2.084 m³/hari dengan hasil konsentrat timah berkadar 40% sebesar 295 kg. Rasio penggunaan air permukaan yang diperoleh adalah 1:7, yang berarti setiap 1 kg konsentrat timah memerlukan sekitar 7 m³ air permukaan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan air permukaan yang lebih efisien dan berkelanjutan pada penambangan timah alluvial.
References
Hadi, N. B., Anwar, S. C., Budi, M., Suryaningtyas, D. T., Susi, D. I. W., Sri, S., & Fenky, M. (2025). Tin Mining and Post-Tin Mining Reclamation Initiatives in Indonesia: With Special Reference to Bangka Belitung Areas. Land, 14(10), 1947.
Todd, D. K., & Mays, L. W. (2004). Groundwater hydrology. John Wiley & Sons.
Fetter, C. W., & Kreamer, D. (2021). Applied hydrogeology. Waveland Press.
Azwardi, I., Wibowo, A. P., Anggayana, K., & Widodo, N. P. (2023). Alluvial tin mining by spray-suction borehole method: a case study on remaining alluvial tin reserves in Bangka Belitung, Indonesia. Записки Горного института, (259 (eng)), 3-12.
Mavis, N., & Adnyano, I. A. (2024). Optimalisasi Kinerja Pompa pada Sistem Penyaliran Tambang Sirkulasi Tertutup Penambangan Timah Alluvial. Jurnal GEOSAPTA, 10(1), 1-8.
Mentari, M., Umroh, U., & Kurniawan, K. (2017). Pengaruh aktivitas penambangan timah terhadap kualitas air di Sungai Baturusa Kabupaten Bangka. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 11(2), 23-30.
Robani, R., Mardiah, M., & Andini, D. E. (2018). Optimalisasi Perencanaan Produksi Bulan Maret 2018 Menggunakan Metode Tambang Semprot Di Tambang Besar 4.1 Nudur Bencah Kabupaten Bangka Selatan PT Timah Tbk. In Proceedings Of National Colloquium Research And Community Service, 2, 145-149.
Halim, A., Guskarnali, G., & Mardiah, M. (2023). Pengaruh derajat kemiringan alat dan ketinggian riffle pada peningkatan kadar Sn Sisa Hasil Pengolahan (SHP) timah menggunakan sluice box skala laboratorium. In Proceedings Of National Colloquium Research And Community Service, 7, 64-68.
Indonesia. (2022). Undang-undang nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Duta Nasindo Semarang.
Hartman, H. L., & Mutmansky, J. M. (2002). Introductory mining engineering. John Wiley & Sons.
Bin Mohd Fazil, S. F. (2025). A stream-based evaluation of tin recovery efficiency and process optimization in an alluvial gravity separation plant.
Wills, B. A., & Finch, J. (2015). Wills' mineral processing technology: an introduction to the practical aspects of ore treatment and mineral recovery. Butterworth-heinemann.


