Jurnal Pertambangan https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP <p><strong>Jurnal Pertambangan</strong> is a peer-reviewed open access journal. This Journal&nbsp; published by Department of Mining Engineering, Faculty of Engineering, Sriwijaya University. The topic to be covered in this Journal is in the field of mining including exploration, exploitation, processing, refining activities, health safety and mining environment<strong>.</strong> This journal is published 4 (four) times a year (trimonthly).</p> Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya en-US Jurnal Pertambangan 2549-1008 ANALISIS KESTABILAN PILLAR PADA BEKAS TAMBANG MANGAN KLIRIPAN, KULON PROGO, YOGYAKARTA https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP/article/view/3227 <p>Kawasan bekas tambang mangan bawah tanah Kliripan di Kulon Progo memiliki potensi besar sebagai situs warisan geologi (<em>geoheritage</em>), namun kondisi lubang bukaan yang telah lama ditinggalkan menuntut evaluasi geoteknik mendalam guna menjamin keselamatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kestabilan pilar penyangga tersisa dengan mengintegrasikan perhitungan teoritis dan simulasi komputer. Metodologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah dengan mengombinasikan metode analitik dan metode numerik. Secara analitik, kekuatan pilar dihitung menggunakan formula empiris Obert dan Duvall serta beban pilar diestimasi melalui <em>Tributary Area Theory</em> untuk mendapatkan nilai Faktor Keamanan (FK). Selanjutnya, pemodelan numerik dengan menggunakan bantuan <em>software </em>Phase2 sehingga akan menghasilkan faktor keamanan pada <em>room and pillar. </em>Hasil analisis analitik menunjukkan nilai FK rata-rata pilar sebesar 1,29 yang diklasifikasikan dalam kondisi tidak aman berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik yang menyatakan bahwa nilai ambang batas dari faktor keamanan pada tambang bawah tanah untuk <em>non fixed facility</em> minimal adalah 1,5. Temuan ini diperkuat oleh simulasi numerik yang memperlihatkan bahwa nilai faktor keamanan &gt;1,5 hanya pada lokasi 5 namun lokasi lainnya masih bernilai &lt;1,5. Sedangkan, metode analitik menghasilkan nilai faktor keamanan &gt;1,5 hanya terdapat pada dua (2) lokasi. Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, disimpulkan bahwa pilar penyangga dalam kondisi tidak stabil dikarenakan nilai kekuatan dari batuan atau <em>Uniaxial Compressive Strength </em>tergolong bernilai kecil yaitu 18,92 mPa, sehingga apabila tambang mangan bawah tanah ini akan dibuka kembali diperlukannya evaluasi geoteknik secara berkala atau penambahan penyangga.</p> E. A. Valinka S. Saptono Copyright (c) 2026 Jurnal Pertambangan 2026-02-23 2026-02-23 10 1 1 9 10.36706/jp.v10i1.3227 RANCANGAN PENAMBANGAN BATUBARA PERIODE TRIWULAN PADA PT BATURONA ADIMULYA, PROVINSI SUMATERA SELATAN https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP/article/view/3225 <p>PT Baturona Adimulya merupakan perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan dengan target produksi 138.000 ton batubara per bulan di <em>Pit</em> 4, namun pada April 2025 mengalami penurunan <em>use of availability</em> dari 53% menjadi 34% akibat peningkatan durasi hujan hingga 139,56 jam atau 70% di atas rencana (82,2 jam) yang menyebabkan banjir di <em>front</em> penambangan dan terganggunya akses jalan angkut. Dengan mempertimbangkan potensi terjadinya kembali kondisi serupa, penelitian ini bertujuan merancang desain <em>pit</em> dan <em>disposal</em> dengan pendekatan dua skenario operasional yang berbeda berdasarkan durasi hujan untuk periode Juni hingga Agustus 2025 dengan kombinasi data primer dari lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Data durasi hujan 10 tahun terakhir diolah untuk menentukan parameter kondisi normal dan kondisi terburuk (<em>worst-case scenario</em>), kemudian rancangan desain <em>pit</em> dan <em>disposal</em> dibuat menggunakan perangkat lunak khusus tambang dengan mempertimbangkan parameter dan batasan berupa nilai <em>stripping ratio</em>, <em>pit limit</em>, luas <em>front</em> minimum, geometri lereng, dan geometri jalan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua skenario, di mana rancangan <em>pit</em> pada kondisi normal menghasilkan total volume <em>overburden</em> 1,89 juta <em>bcm</em> dengan tonase batubara 449 ribu ton dan rata-rata <em>stripping ratio</em> 4,21, sedangkan kondisi terburuk menghasilkan 1,02 juta <em>bcm overburden</em> dengan 239 ribu ton batubara dan rata-rata <em>stripping ratio</em> 4,27. Rancangan <em>disposal</em> yang didasarkan pada volume <em>overburden</em> yang dihasilkan dari rancangan <em>pit</em> memiliki total kapasitas sebesar 2,40 juta <em>lcm</em> pada kondisi normal dan 1,30 juta <em>lcm</em> pada kondisi terburuk. Kondisi terburuk menghasilkan volume <em>overburden</em> dan batubara yang lebih rendah masing-masing sebesar 46% dan 47% dibandingkan kondisi normal.</p> A. A. F. Rahman A. D. Prabawa Y. A. Yulanda Copyright (c) 2026 Jurnal Pertambangan 2026-02-23 2026-02-23 10 1 10 19 10.36706/jp.v10i1.3225 PENILAIAN KUALITAS PASIR VULKANIK MELALUI PENGUJIAN KARAKTERISTIK MIKRO-FISIK DI ALIRAN LAHAR GUNUNG SEMERU https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP/article/view/1501 <p>Pasir vulkanik dengan material piroklastik hasil erupsi Gunung Semeru memiliki sifat unik yang terdapat pada struktur mikronya. Pasir vulkanik yang memiliki kualitas baik dan kandungan mineral yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan di berbagai bidang seperti bahan material abrasif untuk proses <em>blasting</em>, campuran beton, material kontruksi dan sebagainya.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mikro-fisik dan mineralogi pasir vulkanik untuk mengetahui kualitas pasir vulkanik yang diambil di aliran lahar Gunung Semeru. Adapun pengambilan sampel material ini di daerah aliran lahar dingin Sungai Leprak Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Terdapat tiga lokasi pengambilan sampel, yaitu lokasi A, B dan C yang berada pada sepanjang aliran sungai lahar dingin tersebut. Pengujian kandungan unsur, senyawa dan mineralogi pasir vulkanik di aliran lahar dapat dilakukan dengan metode XRD (X-Ray Diffraction), SEM-EDX, dan X-RF. Untuk mendapatkan evaluasi yang akurat tentang sifat mikro-fisik dan bentuk butiran pasir vulkanik Gunung Semeru maka analisis dengan SEM (<em>Scanning Electrone Microscopy</em>) yang dapat mengidentifikasi adanya rongga udara yang tersebar di permukaan butiran yang dipenuhi partikel vulkanik yang berukuran sangat halus. Berdasarkan sifat mikro-fisik butiran pasir didapatkan hasil ±99% adalah berbentuk pasir dengan berbagai jenis ukuran diameternya sedangkan ±1% dalam bentuk butiran halus seperti lempung atau lanau. Untuk angka pori pasir vulkanik memiliki rentang nilai 0,404-0,505 dengan nilai absorpsi antara 1,256%-4,188%. Sedangkan untuk nilai berat jenis tanah pasir tersebut antara 2,535 – 2,561. Sedangkan untuk kandungan mineral memiliki kandungan Silika (Si) antara 26%-29%, Besi (Fe) antara 36%-41 % dan Kalsium (Ca) antara 18%-21%.</p> M. I. Firdaus G. Budiprasetiyo Prasetiyo Prasetiyo A. A. Ikhsani B. Setyawan Copyright (c) 2026 Jurnal Pertambangan 2026-02-24 2026-02-24 10 1 20 27 10.36706/jp.v10i1.1501 PERENCANAAN TEKNIS REKLAMASI PADA LAHAN DISPOSAL PT ALAM SEMESTA SUKSES BATUBARA https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP/article/view/3233 <p>PT Alam Semesta Sukses Batubara memiliki lahan bekas tambang yaitu lahan disposal 2, namun kegiatan reklamasi belum terlaksana pada lahan seluas 7,85 ha tersebut. Area disposal dibiarkan tanpa upaya reklamasi yang memadai selama kurang lebih satu tahun. Penelitian ini bertujuan merencanakan teknis reklamasi pada disposal 2 PT ASSB, berfokus pada analisis produktivitas dan estimasi waktu kerja penataan lahan dan penebaran <em>topsoil</em> serta perhitungan dimensi saluran terbuka untuk pengendalian erosi. Metode penelitian dilakukan melalui analisis kuantitatif teknis penataan lahan dan perhitungan produktivitas alat mekanis berdasarkan observasi waktu edar alat serta efisiensi kerja di lapangan. Selain itu, pemodelan hidrologi digunakan untuk menentukan dimensi saluran terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan volume timbunan <em>overburden</em> untuk penutupan alur erosi dan penataan lahan mencapai 46.084 LCM dengan RL ±69, geometri disposal direncanakan dengan tinggi jenjang 5 m, lebar 8 m, dan <em>single slope</em> 15°. Kegiatan penebaran <em>topsoil</em> setebal 50 cm luasan 7,85 ha membutuhkan volume 39.250 m³, estimasi pengerjaan 310 jam menggunakan satu unit <em>excavator</em>, empat unit <em>dump truck</em>, dan satu unit <em>bulldozer</em>. Rencana revegetasi meliputi penanaman 1.123 bibit kelapa sawit, 55 kg bibit <em>cover crops</em>, dan 314 bibit tanaman sisipan petai, yang secara keseluruhan memerlukan total waktu penanaman 377,46 jam. Selain itu, direncanakan saluran terbuka sebagai upaya pengendalian limpasan air hujan pada area reklamasi. Pemeliharaan reklamasi dilakukan melalui pemupukan secara terukur sehingga kebutuhan unsur hara terpenuhi.</p> A. Icwanusafa M. I. Lagowa J. Wiratama Copyright (c) 2026 Jurnal Pertambangan 2026-02-27 2026-02-27 10 1 28 34 10.36706/jp.v10i1.3233 ESTIMASI NILAI UNIT-COST PENAMBANGAN ASBUTON MENGGUNAKAN PENDEKATAN STATISTIKA https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP/article/view/3268 <p>Pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan ketersediaan aspal yang tinggi, tapi pasokan nasional masih sangat bergantung pada impor meskipun terdapat potensi besar asbuton di Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu tantangan utama pemanfaatan asbuton adalah biaya penambangan yang relatif lebih tinggi dibanding aspal minyak impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi <em>unit-cost</em> penambangan asbuton sekaligus mengevaluasi pengaruh dari kapasitas produksi (X1) dan <em>stripping ratio</em> (X2) menggunakan pendekatan statistika. Data dikumpulkan dari tujuh perusahaan tambang asbuton pada tahun 2024 yang mencakup volume <em>overburden</em>, jumlah produksi, Harga Pokok Penjualan (HPP), royalti, dan jumlah beban operasi. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan menerapkan metode regresi linier berganda yang telah divalidasi melalui uji asumsi klasik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, variabel kapasitas produksi dan <em>stripping ratio</em> berpengaruh signifikan terhadap <em>unit-cost</em>. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansi pada Uji-t dan Uji-F tidak melebihi angka 0,05. Selain itu, dengan nilai <em>Adjusted</em> R2 sebesar 0,735 dan nilai RMSE (<em>Root Mean Square Error</em>) sebesar 50,728, menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang memadai. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh estimasi <em>unit-Cost</em> penambangan Asbuton dengan persamaan Y = –64.182,587 + 1,074(X1) + 123.008,571(X2).</p> F. R. Arrahman A. Ardian Copyright (c) 2026 Jurnal Pertambangan 2026-02-27 2026-02-27 10 1 35 43 10.36706/jp.v10i1.3268 KONTRIBUSI SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: ANALISIS DATA PANEL REGIONAL SUMATERA SELATAN https://ejournal.ft-unsri.com/index.php/JP/article/view/3253 <p>Sektor pertambangan batubara merupakan kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Sumatera Selatan, namun kontribusi ekonomi tersebut belum tentu sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan daerah. Ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan capaian sosial-lingkungan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sektor ekstraktif dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertambangan batubara terhadap pembangunan berkelanjutan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel 14 kabupaten/kota periode 2015–2025. Variabel dependen adalah Indeks Pembangunan Berkelanjutan (IPB) yang dikonstruksi dari indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan, sedangkan variabel independen utama adalah PDRB subsektor pertambangan batubara. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan <em>Fixed Effect Model</em> (FEM) berdasarkan hasil uji <em>Chow</em> dan <em>Hausman</em>. Hasil estimasi menunjukkan bahwa sektor pertambangan batubara tidak berpengaruh signifikan terhadap IPB (p-value 0,8201) dengan koefisien negatif sebesar -0,185. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya kontribusi ekonomi batubara belum mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan secara signifikan di tingkat daerah. Dengan demikian, diperlukan penguatan tata kelola dan optimalisasi pemanfaatan pendapatan sektor pertambangan untuk mendukung pembangunan jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p> F. Mahdyrianto M. Puspita R. Fajri I. Purwadi Copyright (c) 2026 Jurnal Pertambangan 2026-03-12 2026-03-12 10 1 44 53 10.36706/jp.v10i1.3253