Kajian Kesiapan Geometrik dan Implikasi Kapasitas Terhadap Penetapan Zona Parkir On-Street di Kota Bandung
Abstract
Parkir tepi jalan (on-street parking) merupakan elemen penting dalam sistem transportasi perkotaan, namun penerapannya sering menimbulkan kompromi antara aksesibilitas dan kapasitas lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesiapan geometrik ruas jalan di Kota Bandung untuk penerapan parkir on-street melalui pendekatan deskriptif kuantitatif yang meliputi analisis geometrik, perhitungan kapasitas jalan, dan pemodelan regresi logistik biner. Audit dilakukan terhadap 100 ruas jalan dengan mempertimbangkan lebar jalur, sudut parkir, dan jumlah sisi parkir. Hasil menunjukkan bahwa hanya 30% ruas memenuhi kriteria geometrik, dengan kapasitas efektif rata-rata menurun sekitar sepertiga dari kapasitas dasar. Berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI), penurunan kapasitas berkisar antara 28–47%, di mana konfigurasi parkir bersudut ≥45° memberikan dampak paling signifikan terhadap degradasi arus. Analisis regresi logistik mengonfirmasi bahwa lebar jalur berpengaruh positif terhadap peluang kelayakan, sedangkan sudut parkir yang lebih besar dan penerapan dua sisi secara signifikan menurunkan probabilitas tersebut. Implikasi kebijakan menunjukkan bahwa parkir paralel satu sisi masih dapat diterapkan pada ruas selebar ≥ 9 m, sementara parkir bersudut ≥ 45° hanya layak pada ruas ≥ 12 m dengan volume lalu lintas rendah. Studi ini menegaskan pentingnya audit geometrik berbasis data sebagai prasyarat dalam penetapan zona parkir on-street agar kebijakan tidak menurunkan kinerja jaringan jalan perkotaan.
