PERBANDINGAN ISOTROPIC RECEIVE LEVEL DAN FREE SPACE LOSS PADA SATELIT GEOSTASIONER BERDASARKAN VARIASI JARAK DAN RENTANG PITA FREKUENSI KOMUNIKASI SATELIT
Abstract
Perhitungan rugi-rugi jalur propagasi sinyal pada sistem komunikasi satelit sangat penting dalam menganalisis performa transmisi sinyal dari satelit ke stasiun bumi. Rugi jalur propagasi berdampak pada kuat sinyal terima di stasiun bumi. Penelitian ini membahas perbandingan Isotropic Receive Level dan Free Space Loss pada kerja satelit geostasioner dengan variasi jarak 36000 hingga 41000 km serta rentang pita frekuensi L-band hingga Ka-band. Metode penelitian menggunakan model propagasi free space path loss berbasis parameter jarak dan frekuensi dengan nilai Effective Isotropic Radiated Power sebesar +40 dBW. Hasil kalkulasi menunjukkan peningkatan jarak segmen bumi menyebabkan kenaikan Free Space Loss dari 197,39 dB menjadi 198,52 dB. Namun, peningkatan frekuensi memberi pengaruh signifikan terhadap redaman. Pada pita L di 1 GHz diperoleh Free Space Loss 183,57 dB dan Isotropic Receive Level −143,57 dBW sedangkan pada pita Ka di 26 GHz diperoleh Free Space Loss meningkat menjadi 211,87 dB dan Isotropic Receive Level menurun menjadi −171,87 dBW. Berdasarkan hasil tersebut, frekuensi memiliki pengaruh lebih besar terhadap penurunan daya sinyal dibanding jarak segmen bumi. Studi ini memberikan deskripsi kuantitatif sensitivitas jarak orbit dan frekuensi kerja terhadap kualitas sinyal sehingga dapat dijadikan acuan dalam perencanaan sistem komunikasi satelit.
