IDENTIFIKASI PERMASALAHAN, POTENSI DAN STRATEGI KORIDOR JALAN JENDRAL SUDIRMAN DI KOTA PALEMBANG BERDASARKAN 8 ELEMEN URBAN DESIGN

  • Husnul Masyitoh Universitas Sriwijaya

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas identifikasi permasalahan, potensi, dan strategi pengembangan koridor Jalan Jenderal Sudirman Kota Palembang berdasarkan delapan elemen perancangan kota (urban design) menurut Hamid Shirvani (1985), yaitu tata guna lahan, bentuk dan massa bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, area pedestrian, signage, pendukung kegiatan, serta konservasi. Metode analisis dilakukan dengan pengamatan kondisi eksisting kawasan dan interpretasi teori desain kota terhadap fungsi ruang publik, aktivitas masyarakat, dan elemen fisik kawasan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa koridor Jalan Jenderal Sudirman merupakan kawasan komersial utama yang padat aktivitas, didominasi oleh bangunan ruko dan fasilitas publik seperti hotel, kantor, pasar, dan tempat ibadah. Pedestrian Sudirman memiliki potensi tinggi sebagai ruang interaksi publik, dengan keberadaan pepohonan, kursi taman, serta kegiatan budaya masyarakat. Namun, ditemukan pula permasalahan seperti ketidakteraturan parkir, ketidakselarasan signage toko, dan keterbatasan ruang parkir yang mengganggu fungsi pedestrian. Strategi pengembangan diarahkan pada penataan ulang fungsi bangunan komersial, penyediaan kantong parkir tambahan, serta peningkatan keseragaman visual dan fungsi ruang publik agar kawasan lebih tertata, nyaman, dan mendukung identitas Kota Palembang sebagai kota heritage.

Kata Kunci: Urban Design, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Pedestrian, Ruang Publik

ABSTRACT: This study identifies the problems, potentials, and development strategies of the st. Jenderal Sudirman corridor in Palembang City is based on the eight elements of urban design proposed by Hamid Shirvani (1985), which include land use, building form and massing, circulation and parking, open space, pedestrian areas, signage, activity support, and conservation. The analysis was conducted through direct observation of the existing conditions and theoretical interpretation of urban design principles related to public space functions, community activities, and the physical characteristics of the corridor. The findings reveal that Jalan Jenderal Sudirman functions as a major commercial corridor with dense activities, dominated by shop houses and public facilities such as hotels, offices, markets, and mosques. The Sudirman Pedestrian area has high potential as a public interaction space, enhanced by greenery, benches, and various cultural events. However, several issues were identified, including irregular parking practices, uncoordinated commercial signage, and insufficient parking spaces that interfere with pedestrian comfort. Development strategies focus on reorganizing commercial activities, providing additional parking facilities, and improving visual coherence and the functionality of public spaces to create a more organized, comfortable, and culturally distinctive urban corridor that supports Palembang’s identity as a heritage city.

Keywords: Urban Design, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Pedestrian, Public Space

Published
2025-12-24