Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan

Abstract

ABSTRAK: Penelitian geolistrik tahanan jenis (resistivitas) dilaksanakan di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan serta menilai potensi akuifer dangkal. Akuisisi data dilakukan pada enam lintasan (1a, 1b, 1c, 2a, 2b, 2c) sepanjang ±128 m menggunakan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV untuk memperoleh penampang resistivitas dua dimensi. Korelasi pengukuran geolistrik dengan kondisi geologi berada pada formasi muaraenim dan endapan rawa. Hasil interpretasi menunjukkan daerah penelitian didominasi oleh material jenuh air berupa lapisan lempung dan lempung berpasir dengan resistivitas rendah hingga sedang (±5–25 Ωm). Pada kedalaman 15–35 m terdapat selang-seling batubara muda dan lanau keras dengan resistivitas 60–200 Ωm yang berperan sebagai lapisan kompak (aquitard). Berdasarkan analisis terdapat indikasi keberadaan bidang gelincir dan tekanan air pori lateral yang berpotensi memengaruhi kestabilan pondasi akibat adanya dua lintasan (1a dan 2a) sejajar dengan lokasi tiang dermaga.

Kata Kunci: geolistrik, tahanan jenis, resistivitas 2D, akuifer dangkal, Musi Banyuasin

Published
2025-12-25