Geologi Daerah Kecamatan Langkaplancar dan Sekitarnya, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat

  • Rizky Andra Prasetya Sriwijaya University
  • Budhi Setiawan Program Studi Teknik Geologi Universitas Sriwijaya

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangdaran, Jawa Barat. Secara fisiografi regional, daerah penelitian termasuk kedalam Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat yang terbentuk akibat proses pengangkatan pulau Jawa sebagai produk subduksi antara lempeng benua Eurasia dan Lempeng samudera Indo-Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evolusi geologi dan lingkungan pengendapan berdasarkan hasil pemetaan geologi skala 1 : 25.000 dengan luasan daerah penelitian 81 km2. Berdasarkan hasil pemetaan geologi maupun analisis laboratorium dan studio menunjukkan empat satuan batuan utama, yaitu Formasi Jampang (Oligosen Akhir – Miosen Awal), Anggota Tuff Napalan Formasi Pamutuan (Miosen Tengah), Formasi Kalipucang (Miosen Tengah), dan Formasi Halang (Miosen Akhir). Berdasarkan data litologi, struktur sedimen, dan mikrofosil, Formasi Jampang (Tomj) diinterpretasikan sebagai hasil endapan turbidit vulkanogenik laut dalam yang berasosiasi dengan sistem kipas bawah laut pada kala, Anggota Tuff Napalan Formasi Pamutuan (Tmpt) sebagai endapan vulkanogenik turbidit pada kala Miosen Tengah, Formasi Kalipucang (Tmkl) sebagai endapan terumbu pada kala Miosen Tengah, dan Formasi Halang (Tmph) sebagai endapan turbidit laut dalam pada kala Miosen Akhir. Struktur geologi daerah penelitian merupakan struktur geologi orde I dan orde II sebagai hasil gaya kompresi yang membentuk struktur lipatan berupa Sinklin Jadikarya, Antiklin Kalijaya, Sinklin Kalijaya yang terbentuk pada orde I dengan arah tegasan utama utara timur laut – selatan barat daya (NNE – SSW). Struktur sesar orde I berupa Sesar Jadikarya, Sesar Cigayam, Sesar Banjaranyar yang memiliki arah tegasan utama timur laut – barat daya (NE – SW). Berikutnya, struktur geologi yang terbentuk pada orde II yaitu Sesar Cibabakan dengan tegasan utama berorientasi timur timur laut - barat barat daya (ENE - WSW) dan Sesar Cikupa dengan arah tegasan utama barat barat laut – timur tenggara (WNW – ESE).

Published
2025-12-25