PENENTUAN BENTUKLAHAN BERDASARKAN ASPEK GEOMORFOLOGI DAERAH BATU AMPAR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BENGKULU SELATAN, PROVINSI BENGKULU

  • Yisha Ayu Y. Sinaga Universitas Sriwijaya
  • Zaki Nurul Zaid Universitas Sriwijaya
Keywords: Batu Ampar, Geomorfologi, Morfometri, Morfografi, Morfogenetik

Abstract

Secara administratif daerah penelitian berada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu termasuk dalam Cekungan Bengkulu atau di kategori terletak pada Cekungan Depan Busur (Fore Arc Basin) pada zonasi setting tektoniknya. Berdasarkan kenampakan topografi dan morfologinya daerah Batu Ampar memiliki bentuk lahan yang bervariasi dikarenakan indikasi faktor geomorfik dan kondisi geologi yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk lahan berdasarkan aspek geomorfologi dan untuk mengetahui karakter dan klasifikasi morfologi yang berkembang, baik yang terbentuk oleh proses endogen seperti tektonik dan vulkanisme, maupun proses eksogen seperti erosi, pelapukan, dan sedimentasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan analisis morfometri, morfografi, dan morfogenetik untuk mengidentifikasi tipe bentukan relief dan distribusi litologi penyusun pada setiap satuan geomorfologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah studi terbagi menjadi empat jenis bentuklahan utama, yaitu fluvial, denudasional, karst, dan struktural. Bentuklahan fluvial meliputi satuan Channel Irregular Meander (CIM), Channel Bar (CB), dan Dataran Banjir (DB) yang terbentuk akibat proses sedimentasi dan dinamika aliran sungai. Bentuklahan denudasional terdiri atas Perbukitan Rendah Denudasional (PRD) dan Perbukitan Denudasional (PD), sedangkan bentuklahan karst diwakili oleh Perbukitan Karst (PK) hasil pelapukan dan erosi batuan karbonat jangka panjang. Adapun bentuklahan struktural ditandai oleh Perbukitan Struktural (PS) yang terbentuk karena aktivitas tektonik berupa pelipatan dan pensesaran. Seluruh hasil klasifikasi tersebut mengindikasikan bahwa evolusi geomorfologi di wilayah Batu Ampar dipengaruhi secara dominan oleh kondisi geologi regional, aktivitas tektonik, serta proses eksogen yang terjadi secara terus-menerus.

Published
2025-12-24