GEOLOGI DAERAH SELASARI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan kondisi geologi (geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi) serta merekonstruksi sejarah geologi di Daerah Selasari dan sekitarnya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi lapangan skala 1:25.000, didukung oleh analisis petrografi dan mikropaleontologi untuk penentuan litologi dan umur batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah ini didominasi oleh tiga satuan geomorfologi, Perbukitan struktur (PS), Dataran Rendah Denudasional (DRD) dan Dataran Karst (DK) . Secara stratigrafi, satuan batuan Tersier terdiri dari Formasi Jampang, dicirikan oleh breksi vulkanik yang terendapkan (Oligosen Akhir-Miosen Awal), dan Formasi Pamutuan, yang terdiri dari batupasir, batugamping pasiran,batugamping kristalin, batulempung serta batugamping kristalin, mencerminkan pengendapan Miosen Tengah di lingkungan laut Neritik Tengah. Seluruh satuan Tersier ini secara tidak selaras ditutupi oleh Endapan Aluvial Kuarter. Struktur geologi yang dominan adalah Sesar Geser Bangunkarya (NNE-SSW) Sesar Normal Kersaratu I (NW-SW) dan Sesar Normal Kersaratu II (ENE-WSW), yang dikontrol oleh gaya tektonik kompresif dan tensional yang terjadi pada Miosen Akhir dan bertanggung jawab atas pengangkatan regional daerah penelitian. Disimpulkan bahwa daerah ini telah mengalami lima fase pembentukan geologi, yang meliputi sedimentasi vulkanik, pensesaran, dan pengangkatan pada periode Paleogen hingga Kuarter.
