Peningkatan Preferensi Masyarakat pada Angkutan Pedesaan dengan Skema Buy The Service di Desa Ulak Kerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir

  • Melawaty Agustien
Keywords: angkutan pedesaan, Buy The Service, preferensi masyarakat, sosialisasi, Ogan Ilir

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan preferensi masyarakat terhadap penggunaan angkutan pedesaan melalui penerapan skema Buy The Service (BTS) di Desa Ulak Kerbau Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat masyarakat dalam memanfaatkan angkutan desa akibat keterbatasan kualitas layanan dan ketidakpastian jadwal perjalanan. Metode yang digunakan meliputi survei persepsi masyarakat, analisis Service Quality (Servqual), GAP Analysis, serta Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas layanan angkutan desa saat ini belum memenuhi harapan masyarakat dengan nilai rata-rata GAP sebesar –0,94, di mana dimensi tangibles dan reliability memiliki kesenjangan terbesar masing-masing –1,52 dan –1,10. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kondisi fisik kendaraan, kebersihan, serta ketepatan waktu pelayanan. Namun demikian, preferensi masyarakat terhadap layanan berbasis skema BTS tergolong sangat tinggi, dengan 93,1% responden menyatakan bersedia menggunakan angdes jika pelayanan memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Faktor penentu utama meliputi kenyamanan, keamanan, keteraturan jadwal, serta perilaku pengemudi yang profesional. Pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan secara langsung juga terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat BTS, terutama dalam aspek keterjangkauan biaya dan peningkatan aksesibilitas transportasi publik. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi operasional dan strategi komunikasi bagi pemerintah daerah serta operator lokal dalam mendukung implementasi skema BTS di wilayah pedesaan. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi terhadap upaya pengembangan sistem transportasi desa yang aman, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Ogan Ilir.

Published
2026-02-07