GEOLOGI DAERAH SELEMAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PENGANDONAN, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU, PROVINSI SUMATERA SELATAN

  • Rayhan Khairunnan Abiyyu Universitas Sriwijaya
  • Harnani Harnani Universitas Sriwijaya
Keywords: Seleman, Pemetaan Geologi, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Sejarah Geologi

Abstract

Pemetaan geologi telah dilakukan di daerah Seleman, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan, dengan cakupan area seluas 81 Km² pada skala 1:25.000. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kondisi geologi lokal melalui analisis geomorfologi, satratigrafi, dan struktur geologi berdasarkan hasil observasi lapangan, analisis petrografi, paleontologi, serta studi laboratorium dan studio. Hasil analisis geomorfologi menunjukan bahwa wilayah penelitian terbagi atas lima satuan bentuk lahan utama, yaitu Perbukitan Rendah Denudasional (PRD), Dataran Rendah Denudasional (DRD), Point Bar (PB), Channel Bar (CB), dan Channel Irregular Meander (CIM). Secara startigrafi, daerah penelitian tersusun atas lima formasi utama, yaitu Formasi Gumai (Tmg, Miosen Awal-Miosen Tengah) yang didominasi batupasir, Formasi Air Benakat (Tma, Miosen Tengah-Miosen Akhir) yang tersusun oleh batulempung, Formasi Muara Enim (Tmpm, Miosen Akhir-Pliosen) dengan litologi batupasir tuffan, Formasi Kasai (Qtk, Pliosen-Plistosen) batpasir, serta Formasi Alluvium (Qa, Holosen) yang tersusun oleh endapan bongkah. Struktur geologi utama yang berkembang adalah sesar turun berarah Barat Laut-Tenggara (NW-SE), dikenal sebagai Sesar Seleman, yang terbentuk pada Miosen hingga Pliosen. Berdasarkan rekonstruksi sejarah geologi, pengendapan dimulai pada Miosen Awal dengan Formasi Gumai, diikuti oleh Formasi Air Benakat, Formasi Muara Enim, Formasi Kasai, dan diakhiri dengan pengendapan Formasi Alluvium serta aktivitas tektonik dan proses geomorfik permukaan pada kala kuarter.

Published
2025-12-24