KONVERSI MINYAK SAWIT, MINYAK JAGUNG DAN MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI SEBAGAI ALTERNATIF PLASTICIZER MELALUI PROSES DEKARBOKSILASI
Abstract
Plasticizer berupa minyak mineral sebagian besar dihasilkan dari proses pengolahan berbasis minyak bumi yang terdiri dari minyak parafinik, naftenik, dan aromatik. Minyak nabati berpotensi menjadi sumber alternatif bahan baku plasticizer berbasis biologi, dengan cara dimodifikasi secara kimia untuk mendapatkan hidrokarbon yang setara dengan minyak bumi, salah satunya dengan dekarboksilasi. Penelitian ini menggunakan minyak nabati yang terdiri dari minyak sawit, minyak jagung, dan minyak biji bunga matahari. Proses dekarboksilasi dilakukan secara batch dengan kondisi terbuka menggunakan katalis heterogen jenis TiO2 , dengan suhu reaksi 250° °C, 300 °°C, dan 350 °°C. Parameter uji untuk mengamati reaksi dekarboksilasi adalah sifat fisis dan kandungan kimia hidrokarbon yang dihasilkan. Densitas terkecil diperoleh dari minyak bunga matahari pada suhu 350° °C yaitu sebesar 0,9262 g/mL. Viskositas tertinggi diperoleh dari minyak sawit pada suhu 350ºC yaitu sebesar 137,8377 cSt. Sementara viskositas terkecil diperoleh dari minyak bunga matahari pada suhu 320 °°C yaitu sebesar 43,3433 cSt. Persentase konversi minyak tertinggi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 95,5803% dari minyak sawit pada suhu 350 °°C, sedangkan konversi terendah adalah 86,1483% dari minyak bunga matahari pada suhu 250 °°C. Rendemen tertinggi sebesar 93,6552% diperoleh dari minyak sawit pada suhu 250° °C. Analisis GC-MS minyak bunga matahari pada suhu 300°C merupakan yang terbaik dari semua sampel, ditunjukkan dari fraksi C12C24 yang merupakan gugus olefin, dan fraksi C15-C24 yang cenderung merupakan gugus parafin. Reaksi dekarboksilasi tidak menghasilkan fraksi ringan dan memimpin proses fraktur hidrokarbon. Dengan demikian, minyak sayur ditemukan cocok untuk digunakan sebagai alternatif plasticizer berbasis bio sebagai pengganti plasticizer berbasis minyak bumi.
