PENGARUH PROSES DELIGNIFIKASI DAN BLEACHING SEBEGAI PROSES PRETERATMENT UNTUK BAHAN BAKU BIOPLASTIK BERBASIS PATI-SELULOSA DARI LIMBAH KULIT DURIAN
Pendahuluan, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan
Abstract
Limbah kulit durian berpotensi sebagai bahan baku bioplastik karena kandungan serat yang tinggi. Selain itu
limbah kulit durian dapat dijadikan tepung yang kaya akan kandungan pati. Namun serat dan pati dalam limbah kulit durian
masih bercampur dengan lignin. Lignin merupakan penghalang utama bagi ekstraksi serat selulosa yang efisien untuk proses
selanjutnya baik untuk pulp dan kertas, biofuel, dan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh
proses delignifikasi dan bleaching dalam mengurangi kandungan lignin pada limbah kulit durian sebegai proses preteratment
untuk bahan baku bioplastik berbasis pati-selulosa. Metode pretreatmen islolasi selulsa dan pati dilakukan melalui 2 tahap.
Tahap pertama delignifikasi dengan larutan NaOH 6%, dan tahap ledua bleaching dengan larutan NaOCl 5,25%. Tepung
kulit durian kemudian dianalisa kandungan selulosa dan pati, serta dikarakterisasi fisik untuk tepung dan sampel bioplastik
yang dihasilkan. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan kandungan selulosa 1% menjadi 6,55% setelah delignifikasi,
kemudian menjadi 18,41% setelag dibleaching. Namun terjadi penurunan kadar pati pada tepung kulit durian setelah proses
delignifikasi dan bleaching, dari 68,67% menjadi 26,19%. Tepung dan sampel bioplastik yang dihasilkan setelah proses
delignifikasi dan bleaching berwarna bening dan elastis layaknya bioplastik pada umumnya
